Serangan Badai Sandy ke New York harus harus meningkatkan kewaspadaan
kota-kota besar Asia yang terletak di wilayah pesisir, yang lebih
terbuka tapi kurang siap untuk menghadapi ancaman tersebut.
New
York memiliki tata kota, tata pemerintahan yang baik dan perekonomian
terkaya di dunia saat diterpa badai yang terjadi sekali dalam seabad
itu. Namun, hal itu tidak dimiliki banyak kota yang berkembang di
pesisir pantai mulai dari Cina hingga Laut Arab, yang menjadi tempat
jutaan orang mengadu nasib yang lebih baik.
"Kota-kota
ini mengalami perkembangan yang sangat cepat dan mereka tidak hanya
terancam kenaikan permukaan laut, tapi juga dengan adanya badai tropis,"
kata Bob Ward, direktur kebijakan di Grantham Research Institute on
Climate Change and the Environment di London.
"Jelas tidak ada
perencanaan tata kota, dan kota-kota itu dihuni banyak warga miskin yang
tinggal di perumahan dengan kualitas yang sangat buruk dan akan menjadi
sangat rentan dan terancam."
Sebuah penelitian OECD yang
dilakukan pada 2007 mendaftar 20 kota pelabuhan, yang dari segi populasi
akan paling terkena dampak banjir di pesisir pada 2070.
Lima
belas kota terdapat di Asia, dengan delapan tempat pertama dipimpin oleh
Kolkata diikuti oleh Mumbai, Dhaka, Guangzhou, Ho Chi Minh City,
Shanghai, Bangkok dan Yangon.
Kota-kota Asia lainnya adalah
Haiphong (ke-10), Tianjin (ke-12), Khulna di Banglades (ke-13), Ningbo
di China (ke-14), Chittagong (ke-18), Tokyo (ke-19) dan Jakarta (ke-20).
Lima sisanya Miami (ke-9), Alexandria di Mesir (ke-11), Lagos (ke-15),
Abidjan di Pantai Gading (ke-16) dan New York, yang berada di urutan
ke-17.
"Kota-kota
yang memiliki perlindungan tertinggi adalah negara-negara Eropa.
Tempat-tempat seperti Belanda sudah benar-benar memiliki standar
pertahanan (banjir) yang tinggi, sedangkan beberapa kota di Amerika,
pertahanan mereka tidak begitu tinggi," kata Susan Hanson, ahli rekayasa
pesisir di Tyndall Centre for Climate Change Research yang ikut menulis
laporan tersebut.
Gabungan beberapa faktor membuat kota-kota besar itu sangat rentan, katanya.
Salah
satunya adalah kenaikan rata-rata permukaan air laut, yang menurut
model penelitian akan menjadi sekitar 50 cm (20 inci) pada 2070, saat
suhu yang menghangat menyebabkan lautan semakin luas.
Lalu ada juga gelombang badai dari siklon, yang juga membawa hujan lebat.
Beberapa ilmuwan mengatakan badai ini bisa menjadi lebih ganas sering waktu, tetapi ilmuwan lainnya tidak sependapat.
Tom
Mitchell, kepala perubahan iklim di Overseas Development Institute di
Inggris, mengatakan: "Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa dengan
perubahan iklim kita mungkin merasakan kecepatan angin yang lebih kuat
tetapi jumlah siklon tropis secara keseluruhan tidak akan mengalami
perubahan atau bahkan mungkin sedikit menurun. "
Dampak badai
besar akan sangat terasa ketika kota mengikis pertahanan alami mereka
dan warga diizinkan tinggal di tempat yang memiliki risiko tinggi.
Dalam
sebuah laporan tentang cuaca ekstrem pada Maret lalu, Intergovernmental
Panel on Climate Change (IPCC) milik PBB mencatat bahwa kenaikan 50 cm
di permukaan laut akan membuat Mumbai tidak dapat dihuni lagi.
Menurut
laporan OECD, 1,9 juta orang di Mumbai terkena banjir pesisir pada
2005, angkanya mungkin akan meningkat menjadi 14 juta orang pada 2070.
Kesadaran
akan risiko itu dan tata pemerintahan yang baik merupakan kunci untuk
mengurangi ancaman, kata Ashvin Dayal, kepala Rockefeller Foundation di
Asia, yang mendukung proyek untuk memperkuat pertahanan iklim wilayah
tersebut.
Kota-kota dapat menjaga dataran banjir dan membangun
kembali hutan bakau yang merupakan perisai alami gelombang badai.
Kota-kota dapat memperbaiki perencanaan untuk mencegah badai berbahaya
dan menggunakan model yang lebih baik untuk mengetahui cara menggunakan
lahan.
Dan mereka dapat mempromosikan teknik sederhana tapi
efektif seperti penyemenan lantai rumah, yang berarti air dapat mengalir
keluar setelah banjir tanpa kerusakan pada struktur bangunan.
"Kita
harus bergerak dari situasi solusi yang mungkin gagal dan tidak aman ke
situasi yang mungkin mengalami kegagalan tapi tetap aman," kata Dayal.
"Hal-hal
seperti ini [Badai Sandy] membuat orang terkejut dan benar-benar
membuat mereka waspada. Kami hanya harus memastikan bahwa mereka tidak
akan melupakan kejadian ini."
sumber : Yahoo! News
Senin, 12 November 2012
Minggu, 11 November 2012
Ratusan Narablog Nusantara Berkumpul di Makassar
TEMPO.CO, Makassar
- Sebanyak 600 orang narablog Nusantara berkumpul di Makassar dalam
acara Kopdar Blogger Nusantara 2012, Ahad, 11 November 2012. Mereka
mengikuti pelatihan dan workshop blogging serta penulisan kreatif.
Acara ini juga dihadiri narablog pemula yang ingin serius menekuni narablog sebagai profesi. Ketua panitia pelaksana yang juga Ketua Komunitas Blogger Anging Mammiri, Syarifullah Daeng Gassing, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan ajang keakraban para penggiat dunia maya. »Mereka bertemu langsung sebagai bukti nyata persahabatan,” ujar Syariful.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Kopdar Blogger Nusantara 2011 yang diadakan di Sidoarjo tahun lalu. Peserta berasal dari beberapa daerah di Nusantara. Meskipun ditujukan bagi para narablog, acara ini juga terbuka untuk umum, terutama bagi mereka yang tertarik dengan kegiatan blogging dan gemar menggunakan Internet. Peserta dari kota-kota di luar Makassar, menurut Syarifullah, datang dengan biaya sendiri.
Pelatihan yang diberikan berlangsung selama tiga hari sejak 9-11 November. Hari pertama digunakan sebagai kegiatan pre-event; hari kedua penyambutan peserta dari luar Makassar; dan hari ketiga digunakan untuk melakukan kegiatan jalan-jalan serta mengunjungi beberapa lokasi wisata di Makassar.
Menurut Syariful, selain menjalin keakraban, kegiatan Kopdar Blogger Nusantara ini juga bertujuan memberikan keterampilan narablog bagi peserta. Baik yang masih pemula maupun yang sudah profesional. Topik pembicaraan yang paling hangat adalah Enterpreneur Blogging. Para narablog bisa belajar menghasilkan uang dari kegiatan blogging.
Seorang tokoh blogger Makassar, Asri Tadda, menjelaskan, menjadi narablog pada dasarnya tidak sekadar untuk hobi. »Jika mau jadi blogger professional, bisa dijadikan profesi untuk meraup keuntungan,” ujarnya. Bahkan, kata dia, seorang blogger professional, yang menjadi blogger untuk tujuan bisnis, bisa meraup keuntungan puluhan juta hingga ratusan juta dalam sebulan.
Asri yang saat ini mengelola ribuan blog pun mengatakan telah merasakan manfaat finansial dari kegiatan blogging. »Untuk beberapa blog yang saya kelola, penghasilan sebulan yang saya dapatkan bisa mencapai ratusan juta,” katanya.
Blog miliknya, ia jelaskan, tidak dikelolanya sendiri. Ia merekrut karyawan yang mengelola blognya dan aktif melakukan update di blog-blog tersebut.
Ada beberapa sumber yang bisa memberikan penghasilan dalam blogging. Namun yang paling besar, kata dia, adalah iklan. Hanya, iklan tidak bisa datang serta-merta. Kuncinya, ia memberikan tip, seorang narablog harus aktif menulis, dan menyajikan artikel-artikel yang paling banyak dicari pengunjung Internet. »Dengan begitu, pengiklan akan datang sendiri karena data kunjungan blog kita akan tercatat di mesin pencari,” ujarnya.
sumber : Tempo news
5 Kebiasaan Yang Membuat Kulit Cepat Keriput
Menjaga kulit agar terlihat sehat dan muda bukan hanya mengenai
perawatan kulit atau rutinitas. Anda perlu mengubah beberapa kebiasaan
buruk untuk meminimalkan kerusakan dan melengkapi perawatan kulit yang
telah anda lakukan. Apa saja kebiasaan ini?
1. Tidur menyamping
Mengapa? Karena hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya keriput dini. Sounds scary but true! Mary Lupo, profesor dermatologi klinis dari Tulane University School of Medicine mengatakan pada Majalah Allure bahwa wanita yang biasa tidur dengan posisi menyamping cenderung memiliki kerutan di sepanjang sisi hidung, kantung mata yang gelap disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk, dan benjolan merah di sekitaran kulit wajah yang disebabkan oleh deterjen dan pelembut kain yang dipergunakan untuk mencuci sarung bantal.
Mungkin adalah hal sulit untuk mengubah kebiasaan tidur menyamping, tapi sekali-sekali biasakanlah tidur telentang.
2. Memakai sarung bantal berbahan katun
Masih berhubungan dengan rutinitas tidur, apakah Anda tahu bahwa sarung bantal yang Anda gunakan juga dapat menyebabkan kerutan di wajah? Pilih sarung bantal yang berbahan sutra agar tidak berkerut di wajah apabila Anda sedang tidur. Biasanya, bahan katun mudah kusut, dan pola tersebut akan tercetak di wajah Anda semalaman selama anda tidur. Bayangkan kalau hal tersebut terjadi bertahun-tahun! Garis-garis di wajah Anda akan terlihat semakin dalam!
3. Minum langsung dari botolnya
Jika Anda selalu melakukan hal tersebut, ini adalah saat yang tepat untuk berhenti! Ketika Anda minum langsung dari botol, tidak hanya otot di mulut Anda berkontraksi lebih berat, Anda juga membuat mereka bekerja lebih keras untuk mempertahankan bibir botol untuk tidak lepas dari mulut Anda pada saat minum. Apalagi botol minum yang menuntut anda untuk menyedot airnya keluar dari botol, pekerjaan ini menguras energi otot mulut lebih banyak lagi. Kegiatan tersebut dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut muncul atau bahkan mempertegasnya. Solusinya? Gunakanlah sedotan apabila minum langsung dari botol atau tuangkan minuman ke dalam gelas.
4. Tak mencuci tangan setelah mencuci piring
Siapa pun yang biasa mencuci piring di rumah pasti tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kulit tangan kering dan retak-retak setelah beberapa saat. Kebanyakan sabun cuci piring mengandung lemon yang dikenal sebagai pembersih yang baik dan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Walaupun lemon juga digunakan sebagai bahan di dalam produk perawatan wajah, formulasi dan takaran yang digunakan untuk sabun cuci piring berbeda. Ditambah lagi, bahan tersebut juga sudah ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya yang dapat menyebabkan kulit jadi kering. Oleh karena itu, setelah mencuci piring, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun cuci tangan dan menggunakan krim tangan atau lotion sesudahnya.
5. Tak memakai kacamata hitam
Anda sudah tahu kan, bagaimana jahatnya sinar matahari terhadap kulit kita? Bukan hanya buruk untuk kulit, sinarnya yang menyilaukan juga membuat kita menyipitkan mata saat sedang berada di bawah terik matahari. Terlalu sering menyipitkan mata akan menyebabkan timbulnya garis-garis halus di sekitar mata. Oleh karena itu, saat sedang berada di luar rumah, baiknya pergunakanlah kacamata hitam untuk menutupi mata dari terik matahari sehingga Anda tidak harus menyipitkan mata terus.
Nah, mudah-mudahan kiat ini berguna. Apakah Anda memiliki kebiasaan yang bisa membantu menjaga keremajaan kulit?
sumber : http://id.she.yahoo.com
1. Tidur menyamping
Mengapa? Karena hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya keriput dini. Sounds scary but true! Mary Lupo, profesor dermatologi klinis dari Tulane University School of Medicine mengatakan pada Majalah Allure bahwa wanita yang biasa tidur dengan posisi menyamping cenderung memiliki kerutan di sepanjang sisi hidung, kantung mata yang gelap disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk, dan benjolan merah di sekitaran kulit wajah yang disebabkan oleh deterjen dan pelembut kain yang dipergunakan untuk mencuci sarung bantal.
Mungkin adalah hal sulit untuk mengubah kebiasaan tidur menyamping, tapi sekali-sekali biasakanlah tidur telentang.
2. Memakai sarung bantal berbahan katun
Masih berhubungan dengan rutinitas tidur, apakah Anda tahu bahwa sarung bantal yang Anda gunakan juga dapat menyebabkan kerutan di wajah? Pilih sarung bantal yang berbahan sutra agar tidak berkerut di wajah apabila Anda sedang tidur. Biasanya, bahan katun mudah kusut, dan pola tersebut akan tercetak di wajah Anda semalaman selama anda tidur. Bayangkan kalau hal tersebut terjadi bertahun-tahun! Garis-garis di wajah Anda akan terlihat semakin dalam!
3. Minum langsung dari botolnya
Jika Anda selalu melakukan hal tersebut, ini adalah saat yang tepat untuk berhenti! Ketika Anda minum langsung dari botol, tidak hanya otot di mulut Anda berkontraksi lebih berat, Anda juga membuat mereka bekerja lebih keras untuk mempertahankan bibir botol untuk tidak lepas dari mulut Anda pada saat minum. Apalagi botol minum yang menuntut anda untuk menyedot airnya keluar dari botol, pekerjaan ini menguras energi otot mulut lebih banyak lagi. Kegiatan tersebut dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut muncul atau bahkan mempertegasnya. Solusinya? Gunakanlah sedotan apabila minum langsung dari botol atau tuangkan minuman ke dalam gelas.
4. Tak mencuci tangan setelah mencuci piring
Siapa pun yang biasa mencuci piring di rumah pasti tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kulit tangan kering dan retak-retak setelah beberapa saat. Kebanyakan sabun cuci piring mengandung lemon yang dikenal sebagai pembersih yang baik dan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Walaupun lemon juga digunakan sebagai bahan di dalam produk perawatan wajah, formulasi dan takaran yang digunakan untuk sabun cuci piring berbeda. Ditambah lagi, bahan tersebut juga sudah ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya yang dapat menyebabkan kulit jadi kering. Oleh karena itu, setelah mencuci piring, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun cuci tangan dan menggunakan krim tangan atau lotion sesudahnya.
5. Tak memakai kacamata hitam
Anda sudah tahu kan, bagaimana jahatnya sinar matahari terhadap kulit kita? Bukan hanya buruk untuk kulit, sinarnya yang menyilaukan juga membuat kita menyipitkan mata saat sedang berada di bawah terik matahari. Terlalu sering menyipitkan mata akan menyebabkan timbulnya garis-garis halus di sekitar mata. Oleh karena itu, saat sedang berada di luar rumah, baiknya pergunakanlah kacamata hitam untuk menutupi mata dari terik matahari sehingga Anda tidak harus menyipitkan mata terus.
Nah, mudah-mudahan kiat ini berguna. Apakah Anda memiliki kebiasaan yang bisa membantu menjaga keremajaan kulit?
sumber : http://id.she.yahoo.com
Pakar: Bumi "Blackout" Menjelang Natal Berita Bohong
Jakarta
(ANTARA) - Pakar astronomi Prof Dr Thomas Djamaluddin menegaskan bahwa
berita-berita yang menyebut kiamat terjadi pada 21 Desember 2012, dan
bahwa tiga hari menjelang Natal akan terjadi "blackout" adalah berita
bohong.
"Ramalan kiamat itu didasari kalender hitungan panjang suku Maya yang
oleh antropolog pun sudah ditepis. Dari sisi astronomi juga tidak
ilmiah," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional itu di Jakarta, Minggu. Ia juga membantah jika ramalan kiamat tersebut terkait dengan hasil riset NASA bahwa semua planet termasuk matahari dan bumi saat itu berada sejajar membentuk sebuah garis lurus untuk pertama kalinya, dan menyebabkan bumi tertutup planet hingga terjadi kegelapan total pada 23-25 Desember 2012.
"Berita `blackout` itu bohong. Tidak ada konfigurasi segarisnya planet dan tidak mungkin matahari terhalangi penuh, sehingga bumi gelap. Info yang menyebut NASA juga bohong," tukasnya.
Satu-satunya keterkaitan astronomi dengan kiamat 2012 itu yang benar adalah soal puncak aktivitas matahari pada 2012, di mana medan magnet matahari mencapai suatu tingkat kompleksitas magnetik terlalu tinggi, sehingga melepaskan energi.
"Tapi itupun telah bergeser ke pertengahan 2013," ujarnya.
Sekarang ini, lanjut dia, intensitas badai matahari masih rendah, dengan rata-rata sekali dalam sebulan, tapi semakin lama akan semakin sering di mana pada Mei 2013, dalam sehari bisa terjadi beberapa kali badai matahari.
Namun, ujarnya, badai matahari tidak berpengaruh pada manusia di bumi, karena bumi memiliki lapisan magnetik (magnetosir) yang melindungi bumi dari partikel berenergi tinggi dengan membelokkannya ke kutub, yang muncul sebagai fenomena aurora.
Radiasi Sinar X dan Ultra Violet dari matahari juga difilter oleh atmosfer bumi yang mengandung lapisan ozon, sehingga tak berpengaruh apapun pada bumi, papatnya.
"Dua hari lalu terjadi badai matahari, tapi kita sudah lihat tidak berpengaruh apapun kepada bumi," ucapnya.
Badai matahari, lanjut dia, hanya memberi gangguan pada teknologi satelit dan komunikasi, khususnya di negara-negara di lintang tinggi seperti di Eropa, Rusia, Kanada dan AS, tidak di negara di ekuator seperti Indonesia.(ar)
sumber : ANTARA news
Langganan:
Postingan (Atom)